Mengevaluasi Keefektifan Pengendalian /Tindakan Karantina OPT/OPTK
Mengevaluasi Keefektifan Pengendalian /Tindakan Karantina OPT/OPTK
Mengevaluasi keefektifan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) adalah tahap krusial untuk memastikan tindakan yang diambil mencapai tujuannya, baik untuk melindungi hasil panen (Pengendalian OPT) maupun mencegah penyebaran ancaman baru (Tindakan Karantina OPTK).
Evaluasi pengendalian OPT di tingkat lapangan atau produksi berfokus pada analisis dampak tindakan terhadap populasi OPT, kerusakan tanaman, dan hasil panen.
Indikator Kinerja Utama (KPI)
Intensitas Serangan/Kerusakan (ISK)
Persentase atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh OPT pada populasi tanaman.
Populasi OPT
Jumlah individu OPT (telur, larva, imago) per unit sampel (per daun, per tanaman, per perangkap). Caranya melakukan penghitungan langsung, penggunaan perangkap (feromon, kuning), net sweeping.
Efektivitas Penekanan (Efikasi) Hama
Persentase penurunan populasi hama/penyakit akibat perlakuan. Caranya dengan melakukan perbandingan populasi/ISK sebelum dan sesudah perlakuan, atau perbandingan dengan plot kontrol (tanpa perlakuan).
Peningkatan Hasil Panen (Produktivitas)
Perbandingan hasil panen (kuantitas dan kualitas) antara plot perlakuan dengan plot kontrol. Pengukuran bobot/volume hasil panen per satuan luas (misalnya, ton/ha).
Dampak terhadap Musuh Alami
Perubahan populasi musuh alami (predator, parasitoid) di area perlakuan. Pengamatan visual, penghitungan musuh alami per sampel, atau pitfall trap.
Pra-evaluasi (Baseline): Lakukan pengamatan dan pengukuran ISK dan populasi OPT sebelum tindakan pengendalian dilakukan.
Pelaksanaan Tindakan: Aplikasikan metode pengendalian (kimia, hayati, kultur teknis).
Pasca-evaluasi (Monitoring): Lakukan pengukuran ISK dan populasi OPT secara berkala (misalnya 3, 7, 14 hari) setelah tindakan.
Analisis Data:
Hitung persentase penurunan (efikasi) OPT.
Bandingkan hasil dengan Ambang Kendali (AK).
Bandingkan hasil panen dengan plot yang tidak diberi perlakuan (kontrol).
Kesimpulan & Rekomendasi: Tentukan apakah tindakan efektif (jika OPT di bawah AK dan hasil panen terjaga) dan apakah efisien (biaya pengendalian sebanding dengan peningkatan hasil).
Evaluasi Keefektifan Tindakan Karantina OPTK (Tingkat Perbatasan/Regional)
Evaluasi tindakan karantina (Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, Pembebasan) fokus pada pencegahan masuk dan tersebarnya OPTK.
Indikator Kinerja Utama (KPI)
Tingkat Intersepsi OPTK, Jumlah temuan OPTK (yang dilarang/tidak sesuai persyaratan) pada media pembawa yang masuk/keluar. Melakukan pencatatan rutin temuan OPTK (frekuensi dan jenis) selama pemeriksaan fisik dan laboratorium.
Persentase Tindak Lanjut, persentase penyelesaian temuan OPTK (penahanan, penolakan, pemusnahan) sesuai prosedur. Melakukan audit dan pelaporan tindak lanjut terhadap setiap kasus intersepsi OPTK.
Efikasi Perlakuan (Treatment Efficacy) , Tingkat kematian atau inaktivitas OPTK setelah perlakuan karantina (misalnya fumigasi, iradiasi). Melakukan uji laboratorium atau pengamatan langsung setelah perlakuan (misalnya, perhitungan mortalitas 100% pada OPTK).
Status Bebas Wilayah/Area (Pest Free Area), Status suatu wilayah yang dinyatakan bebas dari OPTK tertentu. Melakukan Survei dan monitoring secara periodik di wilayah tersebut (surveilans OPTK).
Penurunan Frekuensi Penolakan , Frekuensi penolakan kiriman ekspor/impor di pelabuhan negara mitra/tujuan. Melakukan Analisis data Non-Compliance Report (NCR) dari negara mitra.
Monitoring Rutin: Mengumpulkan data harian/bulanan mengenai jumlah dan jenis media pembawa yang diperiksa, jumlah temuan OPTK, dan jenis tindakan yang diambil.
Surveilans (Pemantauan Khusus): Melakukan pengamatan terstruktur di wilayah tertentu untuk mendeteksi keberadaan atau penyebaran OPTK baru/sudah ada.
Analisis Risiko (PRA/AROPT): Evaluasi risiko dilakukan terus-menerus. Jika ditemukan OPTK baru yang belum terdaftar, efektivitas tindakan karantina dinilai ulang berdasarkan analisis risiko terbaru.
Audit dan Verifikasi: Audit berkala terhadap prosedur dan fasilitas (misalnya, gudang karantina, instalasi perlakuan) untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional (IPPC/ISPMs).
Terlepas dari konteksnya, evaluasi efikasi tindakan (misalnya, pestisida atau perlakuan karantina) sering menggunakan prinsip dasar perbandingan, dengan rumus umum efikasi:
Evaluasi yang komprehensif harus mencakup tiga aspek: Efikasi (Daya Bunuh/Tekan), Ekonomi (Biaya vs. Manfaat), dan Ekologi (Dampak Lingkungan), terutama dalam kerangka PHT yang berkelanjutan.